Mengenal Petani ‘Avatar’ Asal Pantura Jawa

Jika dilihat sekilas, seseorang dalam foto ini tidak ada kemiripan sama sekali dengan Aang, tokoh utama dalam serial animasi Avatar. Serial Avatar mempertontonkan beberapa tokoh yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen air, api, tanah, dan udara. Dari foto tersebut juga tak nampak bahwa ia bisa mengendalikan keempat elemen tersebut.

Ia adalah Tarsono, pemuda asal Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Pemuda dua anak ini bertekat menjadi petani sepulang menimba ilmu dari pesantren. Saat itu bersamaan dengan program Sytem Rice Intensification (SRI) yang berlangsung di Indonesia, Tarsono terlibat sebagai petani peneliti. Dari momen itulah dirinya mulai tertarik dalam dunia pertanian sebagai petani sekaligus peneliti pada lahannya sendiri.

Ketertarikannya untuk menjadi petani peneliti turut membawanya mendapatkan kesempatan untuk belajar iklim dengan profesor ahli meteorologi dari Belanda. Melalui program pembelajaran tersebut, para petani termasuk Tarsono membentuk Club Pengukur Curah Hujan yang kini telah berubah menjadi Perkumpulan Petani Tanggap Perubahan Iklim (P2TPI).

Bersama rekan-rekannya yang tersebar di beberapa wilayah, Tarsono secara konsisten telah mengamati curah hujan selama 12 tahun. Setiap hari selama 12 tahun, Tarsono melakukan pengamatan curah hujan menggunakan alat sederhana bernama ‘omplong’. Omplong  sendiri adalah sebuah silinder berbahan alumunium dengan tinggi 22 cm dan berdiameter 15 cm.

Antara pukul 6.00 hingga 8.30 pagi, ia mengukur tinggi air hujan yang mengisi omplong lalu mencatatnya di tabel sederhana, di bukunya. Ia juga perlu memastikan bahwa omplong  yang ada di sawahnya harus kembali dalam keadaan kosong sebelum ditinggalkan. Hal tersebut ia lakukan agar pengukuran curah hujan di esok hari berikutnya bisa tepat. Tarsono mengatakan bahwa tinggi air yang mengisi omplong menggambarkan curah hujan di wilayah tersebut pada hari sebelumnya. Selain melihat omplong, tak lupa dirinya juga mengamati kondisi lahan dan pertanamannya. Jenis serangga, kondisi pengairan, dan pertumbuhan tanaman, itulah yang kira-kira diamati oleh Tarsono.

Ketekunan belajar Tarsono membuatnya bisa menyimpulkan bahwa curah hujan memiliki pola yang berbeda antar daerah dan antar waktu bahkan dalam wilayah yang berdekatan. Dirinya juga membuktikan bahwa data curah hujan yang paling valid ialah data curah hujan yang spesifik lokasi. Melalui akumulasi data pengamatan yang ia lakukan dan tentu diolah dengan metode statistika, dirinya bisa menentukan waktu tanam dan waktu panen yang pas.

Kemampuannya dalam menentukan waktu krusial dalam budidaya tanaman tersebut lama kelamaan dipercaya oleh masyarakat. Bahkan ia dianggap sebagai orang yang punya kemampuan mengendalikan hujan seperti halnya tokoh yang ada di serial animasi Avatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *